2006/06/27

Gamelan - Bali - Hommage a Wayan Lotring [NEW LINKS]

posted some Java/Sumatra earlier, here is a proper Balinese double disc. extremely abbreviated version of extensive liner notes from Ocora plus some of my own musings and limited knowledge:

Wayan Lotring, a common household name in Bali and other parts of Indonesia, was a master musician, band leader, and instrument designer responsible for a 1920s revision of court gamelan which became the dominant 20th century sound of Bali. how many times the ancient instrument and art form has been revised in the 10,000+ years of its existence I'm not certain of, but I think the last major wave of adaptations occured roughly 500 years ago, when the tuning was somewhat changed and refined into what we know as modern gamelan. Wayon Lotring also re-worked and modified numerous pieces of traditional music for 20th century audiences, creating a powerful and monumental yet subtle and agile style full of nuance and intricate detail, before passing away in the mid 1980s.

Disc 1 Disc 2

11 comments:

Tiki-Tim said...

Thanks for sharing this album...One of my favorites now....Tiki-Tim

zhao said...

yes. highlight in my gamelan collection. glad you like it too.

Loopy C said...

Nice one, took a while to get to but was worth waiting to be able to enjoy it uninterrupted.

Anonymous said...

Denfitely a long download, but well worth it!

Thanks so much for posting - I used to have this set, and wish I still did. It's great to be able to hear it again.

e.c.

Lucky said...

aaah, confucius!

i can't believe it - i never thought someone would post this extraordinary record from ocora. i already have the 2-cd set - but you make many many people a little bit happier in their life with this record from wayan lotring!

recently I bought a cd with manggaray music from flores (on celestial harmonies 1999). besides i have idjah hadidjah's "tonggeret" (no gamelan, it's jaipong) and a cheesy cd i bought in sandakan (sabah, east malaysia) with pop songs celebrating the end of ramadan - called "citarasa emas aidilfitri", with the wonderful singer saloma, of whom i bought a cassette, too.

but that's kind of orchestral pop and maybe not your taste...

thanks for this, sir!

zhao said...

no no I like orchestral pop. especially if it's from Sunda or Java. are these records recent? or from the 80s? 70s? 60s?

will you be posting them on your very cool bwoggy?

was over JOYed to see the Misha Mengelberg record. god bless his soul. what a wonderful man and amazing musician... met him just a few months ago, he's in his mid 70s or early 80s I think... had just successfully quit smoking... he was leading this ten-tet including some other giants in the european improv scene... what a show that was. swinging as all hell with wild abstract passages. and the solos... oh the solos...

and the madagascar records look fucking cool as well.

cheers!!!!

Naga_X.Net said...

Thanks for Sharing, But could U Please to reupload the CD2.
Thanks in advance

"This file has been deleted.
Reason: No download for a longer period. Inactivity-timeout exceeded."

Anonymous said...

Yes Please repost this, I love Gamelan and quality downloads are hard to find.

hono said...

hey i'm indonesian!! and how beautiful to see you guys really appreciate with this music!

i guess you should hear fetty fatimah (penyanyi keroncong istana zaman soekarno)

and please re-upload jesper leyland!

Komang Merthayasa said...

Nice Blog ... bli Wayan,
Keep onward ya.. :-)

Pertama, perkenankan saya memperkenalkan diri saya. Saya bekerja sebagai dosen dan peneliti di Program Studi Teknik Fisika ITB dengan ekspertise dan spesialisasi di bidang Akustik. Disamping sebagai dosen saya juga bekerja sebagai peneliti dan juga konsultan di bidang yang sama. Ingin saya tegaskan, saya adalah seorang engineer, bukan seniman dan juga pelaku dari seni musik itu sendiri.
Sejak kepulangan saya dari tugas belajar di Jepang pada tahun 1995, saya mengkonsentrasikan penelitian saya di bidang akustik terutama sekali, akustika arsitektur dan saya mengkhususkan upaya untuk mempelajari dan meneliti Musik Tradisional Indonesia. Penelitian ini dikhususkan dari sisi akustiknya, bukan dari sisi seninya yang merupakan domain dari para seniman-seniman musik tradisional itu sendiri. Dari perjalanan penelitian dan pengamatan selama ini, saya menarik kesimpulan sederhana yaitu kurangnya sentuhan teknologi akustik dan juga teknologi pendukung lainnya pada musik tradisional Indonesia, sehingga musik tradisional Indonesia tidak mampu untuk berkembang secara optimal. Salah satunya diindikasikan dengan ketiadaan dari ‘rumah’ yang berfungsi untuk menunjang pagelaran musik tradisional itu sendiri di daerahnya masing-masing. Ketiadaan ‘rumah’ ini menyebabkan terbatasnya wawasan, inovasi, kreativitas dan kemampuan dari seniman untuk meningkatkan kualitas hasil karyanya secara optimal untuk dapat memberikan ‘impresi’ dan ‘apresiasi’ yang maksimal bagi pendengar dan penontonnya.
Perlu ditambahkan, perkembangan teknologi elektronik, telekomunikasi dan informasi di satu sisi dapat membantu diseminasi seni musik tradisional ini secara meluas ke seluruh dunia, sementara di sisi yang lain juga dapat menghambat peningkatan kualitasnya akibat ‘terjajah’nya inovasi, kreativitas dan kemampuan para seniman untuk mengekspresikan hasil karyanya. Perkembangan teknologi digital akan meningkatkan kualitas perekaman, penyimpanan dan prosesing sinyal musik tradisional ini, namun bagi manusia sebagai penikmat suara musik tradisional itu sendiri, suara yang mereka terima dan diolah oleh sistem pendengarannya tetap pada kondisi sinyal suara yang analog (bukan digital).
Dengan latar belakang dan penjelasan singkat tersebut di atas, disamping juga dari hasil penelitian yang saya lakukan, saya mengusulkan dibuatnya ‘rumah’ yang khusus di dedikasikan untuk masing-masing musik tradisional Indonesia itu sendiri. Sebagai model awal, saya mengusulkan dibuatnya Gedung Konser (Internasional) gamelan Bali - Gamelan Bali (International) Concert Hall, yang khusus didedikasikan untuk melakukan pagelaran konser musik Gamelan Bali & Tari Bali. Dari perkembangan selanjutnya maka perlu juga dibuat Gedung Konser (Internasional) Gamelan Jawa (Solo dan Jogya), Gedung Konser Gamelan (degung) Sunda, Gedung Konser Musik Angklung, dan sebagainya. Ke-khusus-an dari masing-masing gedung konser itu adalah akibat dari karakteristik akustik dari masing-masing musik tradisional itu sendiri yang memiliki keunikan tersendiri. Perlu juga diperhatikan, keberadaan Gedung Konser tersebut akan sangat ditentukan oleh ‘sustainability’, ‘consistency’, ‘continuity’ dan ‘development’ dari seni musik tradisional itu sendiri.
Sebagai upaya untuk merealisasikan keberadaan ‘rumah’ musik Tradisional Indonesia ini, pada kesempatan ini saya mohonkan masukan saran, kritik, dukungan dan juga usulan dari bapak/Ibu/Sdr. para seniman, penggiat, budayawan, pemerhati dan penikmat Musik Gamelan dimanapun berada. Semua masukan saran, kritik, dukungan dan juga usulan dapat dikirimkan melalui e-mail saya : ignmerth@tf.itb.ac.id atau komang.merthayasa@gmail.com atau dapat juga dituliskan langsung di blog saya : http://dosen.tf.itb.ac.id/komangmerthayasa/ atau http://merthayasa.wordpress.com/
Demikian saya sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

Matur suksma...

Salam,

Komang

Vakantie op Bali said...

greetings from holiday on bali